Rapat BOP Non Fisik Disdik Kota Makassar - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Friday, October 08, 2021

Rapat BOP Non Fisik Disdik Kota Makassar



MAKASSAR, SULSEL - Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) DAK Non Fisik merupakan bantuan yang diberikan kepada lembaga yang peruntukannya untuk siswa Belajar Non Formal. Makassar, Jumat 8/10/2021.
Menurut Kabid Hikma "kami sedang melakukan rapat pembahasan pencairan dana BOP dan pembuatan laporan" Bantuan Operasional DAK Non Fisik ini diberikan langsung dari pusat sesuai dengan penarikan data dapodik siswa tiap Lembaga".

Jadi dananya di transfer kelas daerah, dan berkas dilakukan langsung lewat dinas pendidikan", dan pencairannya dilakukan dengan 2 tahap, jelas Hikma sebagai Kabid PAUD kota Makassar

Rapat memanas beberapa orang pemilik lembaga meminta penjelasan terhadap kasi kesiswaan Syamsuddin.

Menurut penjelasan Dewi sebagai pemilik Lembaga PKBM menjelaskan bahwa "sebenarnya yang ingin dipertanyakan mengapa terjadi pengurangan bantuan BOP tanpa pemberitahuan dan kesannya seperti tebangpilih, artinya yang diberikan tanpa pengurangan siswa adalah Lembaga-lembaga PKBM yang dekat saja dengan Kasi Syamsuddin seperti PKBM Kader Bangsa, PKBM Merah Putih, PKBM Attarim, PKBM Amanah Ummah, dan PKBM Sendikana, dan dana BOP Yang dimiliki 5 Lembaga ini Persamaan dalan 1 hari cair paket A, B dan C nya sedangkan beberapa lembaga ada yang tidak dicairkan, itu yang kami pertanyakan. Karena dana itu merupakan hak siswa belajar kami, yang diberikan sesuai dengan penarikan data dapodik kami, meskipun sudah banyak dikurangi dan tidak sesuai dengan data siswa kami.

Karena jawaban Syamsuddin Berputar-putar seakan-akan mau mengelak dan bilang jika beberapa PKBM sedang di proses, sedangkan saya sudah menanyakan ke Kabag Keuangan Dinas pendidikan terkait hal ini Pak amiral menyampaikan bahwa belum pernah ada dibawa berkas kami untuk dibuatkan SPM, artinya apa yang disampaikan Syamsuddin itu Bohong, setiap peserta rapat bertanya seolah-olah Syamsuddin tidak mendengarkan dan memperhatikan apa yg kami pertanyakan, itu yang membuat rapat akhirnya gaduh. Ungkap Dewi.

"Disini intinya kami hanya butuh penjelasan, bukan malah diabaikan begitu saja. (Erw)

Editor: Erwan Candra W.SE

No comments:

Post a Comment