Dinilai Bandel, Li Bapan RI Persoalkan PT CSU Menambang Di Jalangnge - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Wednesday, August 25, 2021

Dinilai Bandel, Li Bapan RI Persoalkan PT CSU Menambang Di Jalangnge



BARRU, ZONATIPIKOR.com - Pengambilan material bahan baku semen oleh PT CSU di Dusun Jalangnge Kelurahan Mallawa Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru disoal Li Bapan RI di Kabupaten Barru.

Li Bapan menilai pengambilan material tras tersebut tidak dilengkapi dokumen AMDAL dan membahayakan pengguna jalan yang melintas."Terlalu dekat dengan jalan poros negara  sehingga sangat tidak layak beroperasi disana,"ungkap Arifin Djalil selaku Koordinator Li Bapan RI Barru ditemui (25/8) di Palanro.

Arifin menambahkan bahwa sesuai pengaduan masyarakat Mallusetasi ke Li Bapan RI Lembaga Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara yang menginginkan bahwa tidak ada Lumpur di jalan poros provinsi yang dapat mengakibatkan Kecelakaan.

Disamping itu tambang ini harus di perjelas ke masyarakat sebab sudah pernah tim perizinan Barru dan DPRD Barru meninjau lokasi namun tidak ada ketegasan terkait penghentian tambang PT CSU tersebut.

"Kami khawatir terjadi korban lakalantas akibat jalanan licin,apalagi sekarang ini cuaca terkadang hujan,belum lagi merusak lingkungan yang merupakan lahan negara,sebab tidak sedikit warga membuat PBB kemudian menguasai lahan gunung di area tambang tersebut,"jelasnya 

"Bahkan kuat dugaan ada kongkalikong sejumlah oknum terkait alasannya pengambilan tras jalangnge PT CSU tidak terhenti kendati sudah di hearing DPRD Barru dan Dinas Perizinan,"bebernya.

Sementara itu Idham selaku pelaksana lapangan PT CSU ditemui (24/8) lalu di Jalangnge Kelurahan Mallawa Kecamatan Mallusetasi membenarkan pengambilan material tras tersebut.

"Kami punya izin tambang dan beropaerasi sejak 2018 di Kecamatan Mallusetasi,"jelas Idham.

"Adapun terkait keluhan pengguna jalan tetap kami bersihkan setiap selesai pengambilan material,"terangnya.

"CSU lengkap dokumen perizinannya,sesuai lokasi koordinat pengambilan dan kami tidak mungkin memperlihatkan dokumen kami,,adapun terkait retribusi daerah juga melalui kantor pusat selalu di setorkan sebanyak 10 ribu per ton,"kata Idham.

"Malah pernah aparat Polsek termasuk pemerintah setempat meminta salinan dokumen beberapa waktu lalu kami tidak berikan dan perlihatkan,sebab terkait dokumen negara,"kunci Idham. (Amril)

No comments:

Post a Comment