Penyaluran Bantuan Pupuk Kelompok Tani Desa Batu Parigi Tidak Sesuai Juknis, Pilih Kasih Warga Mengeluh - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Monday, February 08, 2021

Penyaluran Bantuan Pupuk Kelompok Tani Desa Batu Parigi Tidak Sesuai Juknis, Pilih Kasih Warga Mengeluh



MAMUJU TENGAH - Informasi yang di himpun media ini dan dari pengaduan toko masyarakat di tobadak 4,menjelaskan bahwa bantuan pupuk dari provinsi sulawesi barat untuk kelompok tani desa batu parigi menuai protes sebagian kelompok tani Calon penerimah di desa ini, karena pembagian pupuk urea yang di lakuakan oleh daniel sebagai penyalur tidak sesuai dengan juknis dan terkesan pilih kasih.

Dari sumber informasi yang patut di percaya , lewat telepon genggamnya pada 8 Pebruari 21 ( ada rekaman) mengatakan bahwa Daniel menjual pupuk bantuan dengan harga Rp 130.000 / 1 zak,itu juga hanya kepada orang tertentu atau orangnya saja, di berikan 6 zak satu orang, sedangkan juknis pembagiannya hanya 3,5 zak saja per satu orang.sehingga banyak kelompok lain calon penerima bantuan ahinya tidak kebagian.

Lanjut masih sumber yang sama menjelaskan bahwa daniel ini pembeli buah kelapa sawit,mungkin inilah alasannya sehingga dalam pembagian pupuk ada yang dia lebihkan karena langganannya,tanpa memikirkan bahwa itu hak orang lain jangan di salah gunakan,ahirnya ini ibarat makanan ada yang kekenyangan karena mungkin langganan buah kelapa sawitnya ,ada pula yang kelaparan karena jata pupuknya tidak di berikan oleh daniel selaku penyalur.

Lebih lanjut banyak calon penerima pupuk tidak kebagian,kadang ada anggota kami ke rumah pak daniel bermaksud mau mengambil pupuk tapi tidak di kasih, katanya habis pada hal menurut anggota tersebut ada pupuk dia lihat, ini jata kelompok tani tapi dia tidak kasih karena mungkin merasa bukan anggotanya, ungkap sumber yang tidak bersedia di publikasikan namanya di media ini

Di konfirmasi lewat telepon gengganya ppl tobadak 4 ,Elias pada 8 Pebruari 21 mengatakan bahwa seharusnya dalam penyaluran pupuk ke kelompok tani itu, mesti sesuai dengan juknis, jangan ada yang di kasih 6 zak karena itu pupuk yang datang sudah tertentu nama yang akan mengabil dan juknisnya hanya 3,5 zak tapi karena tidak ada kemasan 25 kg, maka 3 zak saja, kecuali kalau dua orang bisa ambil 7 zak,jangan di kasih 6 zak satu orang, ahinya sekarang jadi masalah karena banyak anggota kelompok tani calon penerimah bantuan tidak dapat bagian.

Lanjut ppl bahwa penyalur (daniel) sudah pernah di tegur oleh tim perval (privikasi dan validasi) dari kabupaten,karena ketahuan bahwa ada yang dia kasih anggotanya 6 zak pupuk, sementara juknis hanya 3,5 zak saja.akibat dari tidak mengikuti juknis ini ahirnya banyak anggota kelompok tidak dapat pupuk.

Perlu pengawasan lebih extra tentang penyaluran bantuan ini dan harus ada sanksi hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku,setiap pelanggaran yang di lakuakan oleh penyalur yang tidak mengikuti juknis,sehingga bantuan apapun bentuknya betul betul tepat sasaran dan sampai ke tangan yang berhak. (Tim/Slm)

No comments:

Post a Comment