Emas, Ijin Tambang Rakyat Tapi Orang Korea Menambang Pakai Excavator - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Saturday, February 27, 2021

Emas, Ijin Tambang Rakyat Tapi Orang Korea Menambang Pakai Excavator




MAMUJU TENGAH - "Koperasi Senjango Jaya" milik "Haji Nur syam"dengan mengantongi ijin tambang rakyat 10 hettar di desa senjango kecamatan karossa kabupaten Mamuju Tengah dan sudah menyebrang ke wilayah kabupaten Pasang kayu sulbar menjadi sorotan masyarakat.


Informasi yang di himpun media ini dari toko masyarakat di pasangkayu pada 24 pebruari 2021 memprotes keras dan mempertanyakan tentang kegiatan penambangan emas yang di lakukan oleh koperasi senjango jaya milik "Haji Nur syam" di desa senjango kecamatan karossa kabupaten Mamuju Tengah sulbar

Dikatakan bahwa kenapa bisa ijin tambang rakyat baru yang kerja orang asing (korea) ada yang tidak mengerti bahasa indonesia di situ,dengan menggunakan beberapa alat berat (scavator) mestinya kalau ijinnya tambang rakyat iya rakyat indonesia lah yang menambang bukan rakyat korea atau pengusaha korea.

Lanjut bahwa kalau tambang rakyat itu harusnya menggunakan alat tradisional, bukan alat berat scavator seperti yang di gunakan mereka sekarang di dalam itu, kencang itu emas di dalam, mereka biasa dapat sampai 2 (dua) kiloan per hari.

Masih dari sumber bahwa persoalan sudah menyebrang ke kabupaten pasangkayu mengola, itu kami tidak terlalu permasalakan tapi tentu harus melalui kordinasi pemerintah dengan mengikuti mekanisme perundang uandangan yang berlaku.

Lebih lanjut bahwa yang menjadi inti persoalan, koperasi senjango jaya terbit tahun 2020 itu dia punya ijin tambang rakyat dengan luas lokasi 10 hettar,kenapa semua di kerjakan dengan menggunakan alat berat scavator dan pekerjanya banyak orang asing (korea) ?

Ditemua di kediamannya Bupati pasang kayu H yaumil pada 24/2/2021 mengatakan bahwa siapa pun investor baik lokal maupun mancanegara yang melirik SDA (sumber daya alam) dan mau investasi ke pasang kayu kita membuka diri dan siap menerima,sepanjang itu akan memberikan inkam untuk daerah dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat kita pasti terimah dengan baik .

Dari pasang kayu kami tim penelusur menuju kelokasi tambang rakyat pada 25 /2/2021 di desa senjango kecamatan karossa kabupaten Mamuju Tengah Sulbar, dan memang benar ada kegiatan penggalian dengan menggunakan beberapa alat berat (scavator) yang beroperasi secara berkelompok,dan betul ada kelompok WNA

Menurut toko masyarakat di senjango yang selalu memantau kegiatan di lokasi mereka menambang mengatakan bahwa sekitar tanggal 22 Pebruari atau tiga hari yang lalu banyak orang korea yang keluar dari lokasi entah kemana, hanya pergi istirahat ke tempat lain atau pulang saya tidak tahu, karena sudah banyak emas mereka dapat,ungkap masyarakat senjango yang belum siap di publikasikan namanya di media.

Lanjut warga bahwa ini juga masala karena lain lokasi di perijinan lain yang di tempati kerja, dalam perijinannya itu titik kordinat "kongkone"
Sementara mereka mengolah di jembatan mandor , anggaromo lotu dan sulili,
ijin berdasarkan balai sungai tapi mereka bongkar sampai ke daratan jelas toko masyarakat senjango yang sangat paham lokasi ini.

Di konfirmasi lewat telepon, kapolsek karossa pada 26/2/2021 mengatakan bahwa saya tidak bisa memberikan komentar masalah tambang di senjango karena itu rananya yang diatas,mereka datang pun dari kehutanan,pertambangan propinsi dari polda anggata saya tidak di libatkan,

Lanjut memang perijinanya dari provinsi dan mungkin lahannya sudah di kondisikan, tapi peratteknya di lapangan bagaiman ?,makanya sebelum mereka masuk mengolah dulu saya sampaikan sama anggotanya,bahwa bagus itu kalau adakan dulu sosialisasi sama masyarakat,karena kalau bagus perijinan dan polanya kemudian dapat mensejatrakan masyarakat saya kira itu sangat bagus uangkap Kapolsek.

Sampai turunnya berita ini kami belum sempat berkordinasi dengan pemilik koperasi " H Nur Syam" tapi kami sudah berupaya mendatangi tempatnya di karossa hanya menemukan istrinya dan istrinya tidak berkenan memberikan no hpnya dengan alasan di lokasi tambang tidak ada jaringan,kami kelokasih juga tidak ketemu. (Salman)

Editor: Andi Mappatoto, SH.MH

No comments:

Post a Comment