Petani Sawah Bambaira Menangis Kelaparan, Ratusan Hettar Sawah Produksi Terbengkalai Selama 10 Tahun - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Tuesday, December 01, 2020

Petani Sawah Bambaira Menangis Kelaparan, Ratusan Hettar Sawah Produksi Terbengkalai Selama 10 Tahun



PASANG KAYU, ZONATIPIKOR.com - Ratusan hettar sawah di desa randomayang dan desa kasoloan kacamatan Bambaira Kabupaten Pasang Kayu,tidak produksi di sebabkan karena bendungannya rusak, jebol dan hanyut.

Dalam keterangannya Kepala Desa Wulai Sahabuddin menjelaskan bahwa memang ada ratusan hettar sawah di daerah ini menjadi lahan tidur tidak terolah karena tidak adanya air, dulu ada bendungan tapi hanya beberapa waktu saja sudah rusak, tanggulnya jebol dan hanyut.

Lanjut sahabuddin, Jika saja ada program dari pihak mana pun yang punya niat baik untuk membantu masalah pengairan sawah ini tentu kami selaku pemerintah desa tidak punya alasan untuk tidak membantu demi memenuhi pensyaratan jika memang ada program untuk kepentingan masyarakat, kami selaku pemerintah desa sangat mendukung dan memberikan apresiasi sepenuhnya harap Kades Wulai, Sahabuddin saat di temui tim LPA dan wartawan di kediaman 28 Nopember 2020.

Di waktu dan tempat yang berbeda sebelumnya salah satu toko masyarakat (Umar Bambaira ) mendadatangi kantor Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (LPA) DPC di pasang kayu,di jalan Sultan Hasanuddin, dan di terima langsung oleh ketua LPA (Andi Aco ) dan timnya bersama wartawan korlip sulbar (Salman S pd ),pada 28 nopember 2020 menyampaikan dan mengadukan bahwa di kecamatan bambaira ada ratusan hettar sawah yang terlantar,tidak terolah sudah sepulu tahun (10) lamanya.
Hari itu juga tim dari LPA dan wartawan menindak lanjuti pengaduan Saudara (Umar bambaira) dan langsung menuju ke lokasih untuk melakukan croschek dan memang benar ada sawah luas,tapi sudah bongkor dan irigasinya yang hampir sudah tidak nampak kelihatan karena sudah ditertutupi rumput.

Dan meninjau lokasih bekas bendungan sawah tersebut diantar oleh ( umar bambaira) selaku toko masyarakat yang peduli dan prihatin dengan kondisi masyarakat petani sawah di daerah tersebut namun nampak hanya sungai tidak ada lagi tanda tanda bendungan.

Saat Umar Bambaira menunjuk kearah bekas bendungan tersebut kami pun dari tim masih bingung karena arah yang di tunjuk sudah sama sekali tidak ada tanda bahwa perna ada bangunan bendungan di tempat itu, kondisi sepanjang sungai, katanya di situ dulu bendungan yang di tunjuk sudah terlalu dalam dari permukaan.

Imformasi dari masyarakat setempat bahwa salah satu penyebab rusak dan hilangnya ini bendungan karena mengambilan pasir oleh perusahaan PT passokkoran terlalu dekat dengan bendungan, sepanjang sungai sekitar bendungan selalu di kerok pasinya sehingga bantaran sungai semakin dalam, Ungkapnya. (Salman)

Editor: A2W.

No comments:

Post a Comment