Lokasi Pasar Peneki Menuai Kontraversi, Ada Apa...? - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Friday, November 06, 2020

Lokasi Pasar Peneki Menuai Kontraversi, Ada Apa...?




WAJO - Merasa lokasi yang berada di Pasar Peneki, gedung bekas lods dan pondasi, atas tanah bersertifikat HGB Nomor 20.17.08.01.3.00002. tahun 2003 di Kelurahan Peneki, Kecamatan Takkalalla. milik CV. Ririn Perdana Sakti yang diduga diserobot atas perintah kerja dari Dinas Perindagkop dan UKM yang dikerjakan PT.Tiara Teknik.
Berdasarkan hal ini kami meminta kepada penerima aspirasi DPRD untuk direktur utama PT. Tiara Teknik. Direktur CV. Ririn Perdana Sakti Andi Syahrial Makkuradde menyebut diduga bahwa Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM (Perindagkop Dan UKM) Kabupaten Wajo, sebagai dalang dari penyerobotan dan pengrusakan.
“Kami menyampaikan aspirasi atas dugaan penyerobotan dan pengrusakan ini, agar mendapatkan solusi dari DPRD,” kata Andi Syahrial Makkuradde didepan dewan penerima aspirasi. Jumat, 06/11/2020.

Direktur CV.Ririn perdana Sakti, Andi Syahrial Makkuradde, mengatakan kami pemilik investasi merasa sangat dirugikan oleh pihak pihak yang terlibat dalam proyek yang terlibat dalam proyek pembangunan pasar Peneki, kedatangan kami dengan harapan untuk mendapatkan Solusi dari DPRD, karena segala upaya telah dilakukan untuk menempuh jalan baik, namun tidak ada balasan dan meminta siapa yang bertanggung jawab atas pembongkoran aset yang dimiliki pasar yang dimiliki.

“Saya hanya butuh solusi dan dapat dimediasi, yang tuntut adalah hak aset saya yang dirusak, oleh pelaksana pembangunan pasar Peneki,” harap Andi Syahrial Makkuradde.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Wajo, Ambo Mai, kalau penyerobotan tidak mungkin pemerintah mau melakukan hal seperti itu, ujarnya.

“Saya berusaha memfasilitasi namun tidak mau terlibat jika ada angka-angka di dalamnya, cuma saya minta agar Andi Syahrial Makkuradde menyebutkan nilai ganti rugi, tapi tidak menyebutkan,” jelasnya

Ketua Komisi IV sebagai Tim Penerima aspirasi, AD Mayang, menyatakan masalah penyerobotan lahan pasar dan pembongkaran aset CV.Ririn bisa difasilitasi dan dibolehkan dengan baik, kalau teman-teman dewan hadir disini hanya menerima aspirasi dan hasil aspirasi ini, kita melaporkan ke Pimpinan DPRD Wajo bertindak untuk ditindak lanjuti, katanya.

Sementara H. Mustafa juga tim Penerima aspirasi dari komisi III menyampaikan bahwa dalam pandangan hukumnya, terkait adanya Indikasi rekanan memakai batu gunung yang pernah di pake sebelumnya, pihaknya akan mengkroscek hal itu, dan itu benar, maka ini merupakan sebuah kesalahan terhadap RABnya.

Ditempat Ketua DPC BPKP Andi Ahmad Sumitro hal ini, kalau lebih jelasnya dugaan penyerobotan dan pengrusakan ini, terkait pasar peneki Dewan harus turung melakukan croscek dan Indikasi rekanan memakai batu bangunan lama.

Pihak dewan harus melakukan croscek yang terkait dengan indikasi penggunaan batu gunung yang sebelumnya di gunakan pada proyek pembangunan pasar Peneki dan diduga sudah tidak sesuai RABnya, “katanya.

Ketua Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) kab. wajo Andi Ahmad Sumitro.P.S.Sos siap melaporkan secara resmi kontraktor pelaksana pembangunan pasar peneki dalam hal ini  PT.Tiara Teknik 

Lebih lanjut Andi Ahmad Sumitro P.S.Sos yang dengan sapaan Andi Sumi mengatakan bahwa laporan resmi telah siap semua beserta dengan bukti bukti pendukungnya tinggal memasukkan laporannya saja, kata Andi Sumi, saat di hubungi lewat Hp nya. 

Menurut Andi Sumi hal ini harus dilaporkan mengingat ini sudah masuk rana hukum sebab pekerjaan tersebut sudah melenceng dari Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Apa yang kami paparkan merupakan pengakuan dari Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dimana pak Kadis sudah mengutus orangnya melobi ganti rugi kepada pihak yang di rugikan (Andi Syahrial – red) atas penggunaan bahan batu gunung yang didirikan pondasi yang sebelumnya adalah bahan pondasi lama,” kata Ketua DPC BPKP Andi Ahmad Sumitro.

Lanjut dia hal itu di sampaikan Kadis Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Wajo. Ambo Mai, pada aspirasi rapat, Di ruang rapat DPRD Wajo. (Andi Mappatoto. SH.MH)

No comments:

Post a Comment