Di Mamuju Tengah, Petani Mengeluh Dan Kecewa, Ada Apa...? - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Monday, November 02, 2020

Di Mamuju Tengah, Petani Mengeluh Dan Kecewa, Ada Apa...?



MAMUJU TENGAH - Setelah di konfirmasi dinas pertanian Mamuju Tengah di ruang kerjanya melalui seksi perbenihan ibu fatimang p rabay.pada 12/10/2020 menjaskan bahwa menganai bantuan pengembangan budidaya padi gogo /lahan kering program tahun 2020 )
yang satu paket dengan mesin pompa sumur/sumur suntik dll.

Yang SK penetapan CPCL / penerima bantuan kegiatan peningkatan produksi padi melalui perluasan areal tanaman baru ( PATB) di lahan kering, program tahun 2020 no. 009.7/2889/1X /2020/ DISTAN, tanggal 17 september 2020.

Kode kegiatan :1762 serealia
Provinsi : sulawesi Barat
Kabupaten : Mamuju Tengah
Jenis lahan : Lahan kering.

Usulan CPCL
1.Kelompok Tani , Indah Bersama.Desa Senjango
2.Kelompok Tani, Benteng kayu Mangngiwan 1.Desa Senjango
3. Kelompok tani, Gapotkana karya Lestari,desa salobaja
4 Kelompok Tani Melati satu.desa salolekbo, Batal di cairkan anggaran paketnya,bibitnya di tolak oleh dinas pertanian Mamuju Tengah karena permintaan bibit padi gogo/ lahan kering sedangkan yang mau dikirim dari kementerian bibit padi sawah, jelas patimang.

Lebih lanjut bahwa setelah kami dan kadis pertanian Mamuju Tengah berkoordinasi dengan dinas pertanian provinsi sulbar,lalu di putuskanlah untuk menolak bibit padi tersebut,karena permintaan bibit padi gogo/ lahan kering sedangkan yang mau di kirim bibit padi sawah, alasan nya bibit padi lahan kering stoknya lagi kosong, kata patimang

Pertanyaannya publik kenapa hanya karena stok bibit padi lagi kosong dari pusat, lalu kemudian program ini langsung di batalkan,mengapa tidak menunggu sampai stok bibit ada,atau cari alternatif lain misalnya minta ke daerah untuk carikan bibit ,mengapa ini tidak di lakukan ?

Apaka ini karena persoalan penyediaan bibit padi di proyekan atau ada semacam kontraktor ? ahirya petani jadi korban,tidak jadi menanam padi pada hal lahan sudah di kerjakan dan di biayai ?

Persoalan bibit padi ladang di daerah banyak, kualitasnya juga bagus masyarakat puas hasilnya terjamin dan sudah di rasakan oleh petani

Akibatny penolakan bibit padi tersebut program penanaman padi ladang dari 4 empat kelompok tani batal penanaman tahun ini, petani mengalami kerugian karena sudah mempersiapkan dan membiyai lahannya.
Ke empat kelompok tani ini masing masing sudah mendapatkan rekomendasi dari Dinas pertanian Mamuju Tengah tertanggal 6/10/2020 untuk segera membuka rekening di bank BNI karena dana untuk paket bibit padi ladang segera di cairkan.

Namun tiga hari kemudian setelah surat rekomendasi dan cpcl keluar dari dinas pertanian Mamuju Tengah sulbar, salah satu ketua kelompok tani ( M. Anwar ) di hubungi lewat telpon oleh seksi perbenihan tanaman pangan ibu fatimang.

saya (anwar) di telpon ibu patimang seksi perbenihan tanaman pangan dinas pertanian Mamuju Tengah menyampaikan bahwa program bantuan bibit padi ladang dari kementerian di batalkan,bibitnya di tolak karena permintaan kita, bibit padi ladang sedangkan yang mau di kirim dari kementerian bibit padi sawah.

Dampak penolakan bibit tersebut kelompok tani sangat kecewa dan merana karena tidak jadi menanam padi,mau beli bibit uang tak punya, harapan satu satunya bantuan bibit dari pemerintah Indonesia yang tercintah menjadi tumpuan harapan warga kelompok tani

Dalam situasi yang serba sulit di alami warga tani,ahir ahir ini sangat berharap adanya bantuan berupa bibit, demi membantu kelangsungan hidup bagi warga tani di desa senjango kecamatan karossa kabupaten Mamuju Tengah kususnya, dan desa desa lainnya di Mamuju Tengah sulbar pada umumnya

Namun sangat di sayangkan bantuan yang sudah di tunggu tunggu oleh masyarakat, hanya persoalan tehnis dan aturan yang kurang berpihak kepada kepentingan masyarakat,ahinya masyarakat tidak jadi mendapatkan bantuan dan gagal menanam padi tahun 2020 ini.

Pada hal kalau aturan nya di permudah supaya program ini semua bisa berjalan, tidak mesti bibit itu harus di kirim dari pusat karena bibit datang dari daerah berbeda belum tentu juga cocok dengan daerah baru,sekarang ini masing masing daerah punya padi ladang kusunya di Mamuju Tengah ,kenapa bukan bibit padi lokal saja yang di kembangkan,itu sudah kelihatan bagus masyarakat puas hasilnya..

kalau tehnis dan aturanya bisa di rubah, tidak mesti harus bibit dari pusat yang di kirim ke daerah, saya yakin persoalan seperti ini tidak akan terjadi,mengingat kebutuhan bibit untuk petani pasti banyak,kalau yang di harap hanya dari pusat tentu sewaktu waktu akan kewalahan dan bahkan kehabisan.

seksi perbenihan tanaman pangan Mamuju Tengah (patimang)menjelaskan bahwa di Mamuju Tengah kita sudah ada stok persiapan bibit padi untuk lahan kering ,kalau seandainya kita tidak di batasi dengan aturan harus bibit dari pusat, kita tidak ada masalah dengan persoalan bibit padi untuk lahan kering ,kalau saja bantuan itu langsung uang tunai ke rekening kelompok tani, nanti mereka yang belikan bibitnya kami dari dinas tinggal mengawasi tidak akan ada masala seperti ini,jelas patimang.

Hal ini akan membuat petani yang sudah mempersiapkan lahannya tidak jadi menanam mengalami kerugian,bisa di bayangkan setiap kelompok itu puluhan hettar di kali sekian banyak kelompok, berapa banyak biaya dan tenaga yang di habiskan oleh petani kita secara sia sia kasian...! hal ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah kabupaten provinsi dan terbih pemerintah pusat. (*)

Penulis: Salman,
Editor: Andi Mappatoto, SH.MH.

No comments:

Post a Comment