Derita Warga Desa Taranggi, Pemerintah Terkesan Tutup Mata, Anggaran Desa di Pertanyakan Warga - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Thursday, September 03, 2020

Derita Warga Desa Taranggi, Pemerintah Terkesan Tutup Mata, Anggaran Desa di Pertanyakan Warga



PASANG KAYU - jalan poros desa taranggi kecamatan Duripoku,
kab.pasang kayu rusak parah warga mengeluh, memprotes dan mempertanyatakan anggaran desa karena pekerjaan  yang nampak di kerja kepala desa sudah berjalan 4 tahun di anggab tidak sesuai dengan anggaran yang meliyaran rupiah di kelola setiap tahun.

Warga menjelaskan bahwa jalan poros desa taranggi ini rusak para ,sering orang jatu mandi  lumpur saat melintas di jalan ini,apa lagi ibu ibu kalau ke pasar paling sering jatuh,biasa juga kalau mengantar anak sekolah jatuh penuh lumpur,anak sekolah kalau jatuh langsung pulang menangis pakaiannya sudah kotor 

Jelas warga desa taranggi yang tidak mau di publikasikan namanya di media ini,saat di komfirmasi di taranggi 30/08/2020 

Lanjut warga bahwa jalan desa ini sebenarnya sudah  lama rusak,hanya kami warga yang selalu suadaya dan gotong royong baik tenaga mau pun biaya,kalau biaya biasa di tarik dari kelompok sawait ( imfra ) di belikan 
matrial untuk timbunan.

Sejak menjabat jadi kepala desa Sainal abidin,sudah berjalan 4 ( empat ) tahun, bangunan yang nampak hanya jembatan plat dekker,kantor desa,dan  jalan tani,itu pun banyak  jalan tani  yang di kerja tidak bermamfaat karena tidak di pungsikan oleh warga, pada hal banyak di tempat lain seandainya itu yang di kerja
 jauh lebih bermamfaat.

Warga juga menyinggung jembatan gantung taranggi,penghubung dusun loppong dan dusun bambalae,yang di bangun tahun 2018 menggunakan tali sling bekas dan kayu bekas dari jembatan yang sudah rusak diambil.

Pada hal anggarannya besar RP 382.318.600,yang bersumber dari dana desa tahun 2018. dengan volume 50 meter, menurut warga yang tidak mau di publikasikan namanya di media ini  bahwa proyek ini di kerjakan oleh kaur desa dan sekdes ( Rustam Rahing) serta kepala dusun bambalae (said ) dan kepala dusun loppong (Jumadi)

Jembatan ini seharusnya belum rusak tapi karena  matrial bekas yang di gunakan makanya cepat rusak  hanya sudah di tempel dengan beberapa lembar kayu sehingga masih bisa di lewati warga.

Di temuai di kediamannya
1 september 2020,kades taranggi  
Sainal abidin menanggapi protes dan keluhan warga bahwa kalau masyarakat mengatakatan tidak seberapa kelihatan bangunan memang betul,karena selama ini kalau musrembang dusun,desa masyarakat mintahnya jalan tani dan plat dekker yang selalu di kerja,jadi itu jalan tani dan plat dekker kalau sudah lamah dia tidak terlalu kelihatan.

kemudian masala jalan rusak ini baru baru rusak parah karena faktor hujan, mobil lewat muatan berat makanya jalan berlubang,kami tidak program karena waktu menyusun program jalan ini masih bagus,jadi itulah alasan nya mengapa tidak di kerja,karena tidak diprogram.

Tapi kami berupaya akan perbaiki jalan ini muda2han ada anggaran perubahan tersisa dari COVID19 itu rencana akan kami gunakan.

Lanjut kades mengenai masala kayu bekas dan tali sling bekas yang di gunakan di jembatan gantung taranggi benar,karena kita tidak anggarkan kayu dan tali sling dalam program  pembuatan jembatan gantung itu.

kayu bekas jembatan itu masih bagus kayu bawang bawang, begitu juga tali sling karena masih sangat layak, jadi kita tidak anggarkan mengingat dana desa juga terbatas, sementara program warga banyak mau di kerja.
jelas Sainal abidin Kades taranggi. (Salman)

Editor: Andi Mappatoto, SH.MH.

No comments:

Post a Comment