Bupati Wajo Hadiri Pisah Tamat SMP Negeri 2 Sengkang Tahun Pelajaran 2018-2019 - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Wednesday, May 01, 2019

Bupati Wajo Hadiri Pisah Tamat SMP Negeri 2 Sengkang Tahun Pelajaran 2018-2019


Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin Maramat.

ZONATIPIKOR.COM,WAJO - Acara pisah tamat SMP Negeri 2 Sengkang yang dilaksanakan oleh panitia pelaksana dari Pihak SMP Negeri 2 Sengkang di Sallo Mall, Rabu 1 Mei 2019.
Berbeda dari acara pisah tamat lainnya, SMPN 2 Sengkang menampilkan performa berbeda dengan menampilkan kreasi lagu dan tari versi anak SMPN 2 Sengkang, dan ini membuat terpukau para hadirin undangan yang hadir, dan mendapat tepukan meriah.
Adapun jumlah peserta didik yang di tamatkan sejumlah 193 siswa siswi terdiri dari 93 laki laki dan 100 perempuan menurut ketua panitia sekaligus ketua komite Andi Muspida .
Dengan mengusung tema"Sambut era globalisasi dengan karakter lokal yang unggul, untuk meraih cita cita dan prestasi yang tinggi"

Laporan Panitia pelaksana menyampaikan bahwa ujian dalam hal ini melalui 4 tahapan yaitu dilaksanakan secara manual, dengan ujian praktek, USBN, dan USBK.

Sambutan dari Kepala Sekolah SMPN 2 Sengkang menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi atas kehadiran Bupati Wajo pada hari ini , pembina juga menitipkan pesan kepada mereka yang telah tamat, sesuatu yang perlu ditinjau adalah karakter dari putih biru ke putih abu abu dan bila telah tempati tempat baru jangan lupakan almamaternya.

Sambutan dari Dr. H. Amran Mahmud mengapresiasi kepada anak anak didik yang telah melahirkan sebuah buku dalam masa proses pembelajaran dan dalam waktu yang cukup singkat.

Dan mengatakan pendidikan adalah sektor utama, kalau mau melihat keberhasilan suatu daerah maka lihatlah pendidikan di daerah itu.
Adapun yang disampaikan pihak sekolah mengenai sarana dan prasarana, wajib dianggarkan komputer supaya sekolah tidak pinjam pinjam lagi.

Dan ada program beasiswa untuk 5.000 siswa yang berprestasi yang tidak berdaya dalam hal keuangan, sekarang ini baru dianggarkan 500 juta, dan mestinya  disediakan sekitar 10 milyar.

Perbaikan sarana dan prasarana , suasana pekarangan sejuk, teratur, aman termasuk mushallahnya, lebih lanjut terkait ketenagaan jangan sampai anak didik lebih pintar dari tenaga pengajarnya, sekarang zaman 4.0 artinya bagaimana anak didik ada sains, karya karya jadi harus dicetak anak anak seperti itu, jadi mutlak dari sekarang untuk berbenah dalam dunia pendidikan.

Kurikulum nasional diubah untuk menjadi inovatif sehingga transfer ilmu bisa lebih cepat. Dan selanjutnya melibatkan stakeholder , menggerakkan hal hal yang bisa membantu.

Buat anak anak ini baru langkah awal, dan buat orang tua didik jangan beri ruang pernikahan dini, beri suport untuk belajar dan sekolah , karna angka perceraian di Kantor Urusan Agama sekarang mencapai angka 1.000 orang, dan itu didominasi pernikahan dini.

"Kami mempersiapkan 12 orang ke bekasi ditempat ustadz Adi Hidayat selama bulan Ramadhan untuk dibina menghapal Alquran 30 Juz dengan Program Attaisir . Dan nantinya mereka bisa kembali untuk mengajarkan tekhnik tersebut," ungkapnya.

Warisan yang paling hakiki adalah pendidikan, karna ilmu yang diberikan dan tertanam dalam diri anak anak bisa mencetak masa depannya, Bupati Wajo mengakhiri sambutannya. (*)

No comments:

Post a Comment