Bupati Wajo di Wakili Sekda Memimpin Apel Besar Hari Kesiapsiagaan Bencana, Berikut Kegiatannya... - Zona Tipikor

INTERNASIONAL

Thursday, April 25, 2019

Bupati Wajo di Wakili Sekda Memimpin Apel Besar Hari Kesiapsiagaan Bencana, Berikut Kegiatannya...


Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin Maramat.

ZONATIPIKOR.COM,WAJO  – Bupati Wajo diwakili oleh sekretaris daerah H.Amiruddin,S.Sos,M.M,memimpin Apel besar hari kesiapsiagaan bencana yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Wajo pada hari Jumat, 26 April 2019.

Apel besar ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, tanggal 26 April ini merupakan terbentuknya lembaga BPBD sehingga di jadikan hari Kesiapsiagaan Bencana. Hujan mengguyur peserta apel besar namun anggota personil tetap semangat melanjutkan Apel besar ini.
Sesi edukasi terkait kesiapsiagaan kebencanaan ini kepada seluruh lapisan masyarakat dan stakholders “jaga alam alam jaga kita."
Sambutan seragam singkat kepala BPBN RI dengan memahami risiko maka kita dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas sehingga risiko tersebut dapat diperkecil. Konsep Pentahelix adalah solusi.

 Ada lima pihak yang harus diajak serta. Unsurnya terdiri atas ABCGM: akademisi (academician), bisnis (business), komunitas (community), pemerintah (government), dan media. Kata kuncinya tetap sama: gotong royong yang merupakan implementasi dari sila Pancasila.

sejak tahun 2017 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginisiasi suatu gerakan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan nasional untuk menghadapi bencana, dalam bentuk Hari 

Kesiapsiagaan Bencana (HKB), setiap tanggal 26 April. Slogan “Siap untuk Selamat” mengedepankan empat hal, yaitu pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan dan peringatan dini. Yang terakhir adalah memberi perhatian pada peningkatan kapasitas lembaga, sumber daya manusia, penguatan anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan bencana di masa yang akan datang.

Hari Kesiapsiagaan Bencana bukanlah semata-mata suatu seremoni tetapi mengedepankan aksi nyata: berupa pemeriksaan keberadaan dan keberfungsian kelengkapan sarana dan prasarana keselamatan. 

Seperti adanya rambu dan jalur evakuasi yang aman serta titik kumpul, tersedianya alat pemadam api, manajemen keselamatan bangunan-bangunan bertingkat, dan sebagainya. Juga melatih evakuasi dengan tenang dan tidak panik merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi ancaman bencana.

Pendidikan paling dini wajib dilakukan mulai dari rumah. Untuk itu peran ibu dan perempuan menjadi sangat penting. Menyadari hal tersebut, pada tahun 2019 ini kita memilih tema

“Perempuan Sebagai Guru Kesiapsiagaan dan Rumah Sebagai Sekolahnya”. Selain pentingnya pendidikan dini, perempuan dan ibu dipilih karena memiliki sifat melindungi, aktif dalam kelompok sosial dan komunitas dan juga merupakan sosok pembelajar. 

Selama ini perempuan termasuk salah satu kelompok yang paling banyak menjadi korban bencana karena kurang pemahamannya akan risiko dan besarnya keinginan mereka untuk menolong keluarganya, namun belum memiliki kapasitas yang memadai.

Presiden menyampaikan enam instruksi terkait penanggulangan bencana. 

Pertama, pentingnya menyusun perencanaan pembangunan daerah yang berlandaskan pada aspek-aspek pengurangan risiko bencana. 

Kedua, pelibatan akademisi dan pakar-pakar kebencanaan secara masif untuk memprediksi ancaman, mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana serta sosialisasi hasil-hasil kajian dan penelitiannya.

Ketiga, Gubernur akan secara otomatis menjadi Komandan Satgas darurat pada saat kejadian bencana serta Pangdam, Kapolda, dan Kepala BPBD wilayah terkait menjadi Wakil Komandan Satgas. 

Keempat, pembangunan sistem peringatan dini terpadu berdasarkan rekomendasi dari para pakar yang dikoordinasikan oleh Kepala BNPB. Kelima, pelaksanaan edukasi kebencanaan yang harus dimulai tahun ini.

Terutama di daerah rawan bencana, kepada sekolah melalui guru dan kepada masyarakat melalui para pemuka agama. Keenam, agar melakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan berkesinambungan.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kab.Wajo H.Amiruddin,S Sos,M.M, Kepala BPBD Kab.Wajo Drs.H.Alamsyah,M.Si, Forkompinda, Kadis Perhubungan Kab.Wajo, Ir.A.Junaidi,M.Si, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs.H.Jasman Juanda, M.Si Kadis Sosial Drs.A.Ismirar Sentosa,M.Si Ketua PMI, Ketua Pramuka, Ketua Senkom Mitra Polri. (*)

No comments:

Post a Comment